Custom Search

News World

Jul 24, 2012

Terus Ditekan, Kristen Iran Semakin Berkembang



Nampaknya pemerintah Iran mulai habis kesabaran terhadap bertumbuhkembangnya jumlah pemeluk Kristen di negara yang berpenduduk 60 juta manusia itu. Dengan dalih memerangi negara barat berikut dengan “produk”nya, mereka kini menekan para umat Kristen dengan intimidasi dan perlakuan yang tidak pantas.


Organisasi yang memberikan bantuan kepada umat Kristen yang dianiaya di seluruh dunia Open Doors, memperlihatkan fakta bahwa usai gejolak Pemilu 2009 disana, pemerintah yang kehilangan kredibiltasnya, kini seperti berupaya untuk mengalihkan perhatian memprotes para pemeluk Kristen. Disinilah para masyarakat yang memeluk Kristen mulai diintimidasi. Pelecehan, penjara, PHK kerja dan dipisahkan dari keluarga adalah beberapa bentuknya.


Open Doors memperkirakan bahwa ada 350.000 umat Kristen dari latar belakang agama lain yang tinggal di Iran. Michael Wood, dari Open Doors kepada The Christian Post mengatakan bahwa gerakan gereja rumah di Iran adalah salah satu yang paling cepat berkembang di dunia. Namun, pemerintah mengimbanginya dengan melakukan serangkaian langkah untuk memadamkan gerakan itu.


"Selama beberapa bulan terakhir mereka telah melakukan upaya sangat kuat untuk merusak apa yang terjadi di dalam gerakan gereja rumah. Mereka menghancurkan tempat pertemuan. Jika mereka menemukan seseorang telah terlibat dalam kelompok gereja rumah, mereka ditangkap atau benar-benar diintimidasi," kata Wood.


Wood juga menuturkan bahwa setiap rumah yang digeledah dengan ditemukan barang-barang yang berhubungan dengan Kristen pasti akan disita. "Jadi akan ada banyak alasan untuk mengiintimidasi dimana mereka benar-benar berusaha untuk menahan dan meminimalisasi pertumbuhan gereja rumah di negeri ini," tambahnya.


Hal yang sama pun dialami oleh salah satu pemimpin Kristen di Iran yang merupakan penduduk dan keturunan asli disana. Dirinya kerap membatalkan ibadah dan pertemuan karena alasan keamanan dan keselamatan. Akibatnya banyak umat Kristen terlantar dan jarang sekali mendapatkan kesempatan untuk beribadah secara aman dan tidak terganggu.


Salah satu cara pemerintah Iran untuk menekan laju pertumbuhan kepercayaan Kristen adalah dengan mengintimidasi para pemimpin Kristen untuk berhenti melakukan pemuridan terhadap orang Iran yang ingin memeluk Kristen.


"Saya diizinkan untuk merawat anggota gereja saya, tapi saya tidak diperbolehkan menerima orang Iran lainnya atau memuridkan mereka, sementara banyak yang datang kepada Kristus. Para pemimpin Kristen sangat berhati-hati dan juga merasa tidak yakin dengan pertumbuhan umat Kristen untuk mengubahnya di negara ini. Kami hampir tidak dapat menangani peningkatan jumlah orang percaya yang baru," ujar salah satu pemimpin Kristen di Iran.


Michael Wood, dari Open Doors kepada The Christian Post mengatakan bahwa para pemimpin gereja rumah perlu berhati-hati untuk mengakui anggota baru ke dalam kelompok mereka, karena spionase dan intelijen pemerintah selalu melakukan penyamaran sebagai orang yang ingin belajar tentang Kekristenan.


Wood pun menuturkan bahwa dirinya membantu dalam pendistribusian Alkitab dan bahan pemuridan Kristen untuk para pemimpin gereja rumah. Namun, dia mengatakan metode yang paling efektif untuk mengajar dan belajar adalah melalui berbagai sarana penyiaran ke dalam rumah."Kami menggunakan siaran radio gelombang pendek dan siaran televise satelit untuk mengirimkan program itu kembali ke Iran yang digunakan dalam kelompok-kelompok gereja rumah," kata Wood.


Namun ada satu kekuatan iman tersendiri yang Wood dapatkan dari para pemimpin Kristen di Iran, yaitu dimana ada penganiayaan dan intimidasi terhadap umat percaya justru disitu kuasa mukjizat Tuhan bekerja secara luar biasa dan adikodrati


"Jika Anda melihat sejarah gereja, kuasa mukjizat Tuhan justru datang ketika gereja berada di bawah banyak penganiayaan. Anda melihat pertumbuhan yang luar biasa di bawah tekanan. Dan Tuhan melakukan hal yang luar biasa disini (Iran)," ucap Wood.


Tuhan selalu mempunyai rencana hebat dan tepat juga sesuai dengan waktuNya. Setiap orang yang berseru kepadaNya dan dalam namaNya akan selalu didengar, dan hal yang luar biasa pasti terjadi untuk membuktikan kepada dunia bahwa Tuhan adalah yang terbesar dan penuh kuasa!

Jul 22, 2012

Perkembangan Ke Kristenan di Beberapa Negara Asia (Beralih Ke Kristen Karena Tidak Tahan Akan Kebohongan)

ASIA SELATAN, DAN TENGGARA


Pakistan
Pakistan (150 juta), Ibukota Islamabad (0,9 juta), kota besar: Karachi (10 juta), agama: Islam 97%, Hindu 1,5%, Katolik 0,5%, Kristen 1%. Sedang dibentuk satu jaringan doa syafaat yang akan berdoa 24 jam sehari tujuh hari seminggu secara bergantian untuk negara mereka dengan suku-suku terabaikan, propinsi-propinsi, pemerintahan dan di samping pokok doa lain dari perintisan. 



India
India (1,2 milyard), Ibukota Delhi (11 juta), Agama: Hindu 81%, Islam 13%, Budha 0,8%, Sikh 1,1%, Katolik 1%, Kristen 1,5%, dll. Masih ada 2900 suku terabaikan. Di berbagai negara bagian ada peraturan baru, bahwa orang Hindu tidak boleh pindah agama. Salah satu negara bagian yang sudah membuat peraturan ini adalah Rajasthan, yang melanggar diancam denda yang tinggi. Pemerintahan di situ diarahkan oleh parpol Bharatiya Janata Party (BJP). Di satu tempat kebaktian satu kelompok memukuli orang Kristen, merampas HP, uang dll, sesudah itu orang Kristen menuduh di polisi, tahu-tahu yang ditahan polisi si penginjil. Berita orang Kristen tentang serangan dan perampasan ini polisi tidak mau terima. Rekaman Injil India sudah bekerja keras selama 40 tahun, mereka sudah rekaman berita Injil dalam 450 bahasa, tetapi masih 1200 bahasa lain yang belum mempunyai rekaman dalam bahasa mereka. Rekaman Injil India minta Allah memanggil 20 perekam tambahan. Jumlah orang Kristen meningkat terus, khusus di bagian Utara. Orang DALIT terbuka terhadap Injil. 

Suku Kashmiri (11 juta di Pakistan dan India), agama Islam, tinggal di Pakistan, di negara bagian Kashmir. Banyak anak menderita, karena harus bekerja keras dan tidak bersekolah. 200 orang sudah menjadi orang percaya. Orang Kristen sering mendapat ancaman, para pendeta dan orang Kristen dipukuli, gedung dirusakkan, orang Kristen diseret ke pengadilan dgn tuduhan yang dibuat-buat. 

Suku Lingayat (9 juta) tinggal di negara bagian Karnataka, 26 tahun yang lalu hanya 27 orang percaya di antara suku ini. Penginjil Lingappa bersama keluarga bekerja keras untuk memberitakan Injil di 101 desa. Sekarang ini ada 3 000 orang percaya, sebagian besar baru dua tahun percaya. 

Tetaplah doakan penginjilan dan perintisan jemaat baru di daerah-daerah kumuh oleh Friendship Center India di Mumbai (sudah tujuh jemaat didirikan yang bertumbuh), di Pune (sudah satu jemaat dirintis), dan di tempat lain di propinsi Maharastra yang dipimpin oleh Bapak & Ibu Pdt. J. & P, (YPPII), www.friendshipcentre.org. Di dalam panti asuhan ada 40 anak wanita. 


Bangladesh
Bangladesh (140 juta), Ibukota Dhaka (11 juta, banyak orang tinggal di daerah kumuh), agama: Islam 87%, Hindu 12%, Animis 0,6%, Budha 0,6%, Kristen 0,3%, Katolik 0,2%. Atas kertas ada kebebasan agama, tetapi selalu ada tekanan terhadap orang Kristen. Jemaat Kristen tidak diakui sebagai gereja, mereka harus mendaftarkan diri sebagai yayasan saja. 


Nepal
Nepal: (24 juta), Ibukota Kathmandu (0,6 juta), agama: Hindu 80%, Budha 10%, Islam 4,5%, Kristen 1,9% (l.k. 500 ribu). Doa kita dikabulkan: Ada persetujuan damai antara sekian parpol, Mao, dan pemerintah. Kita minta, agar dalam UUD baru, yang sedang disiapkan, dimasukkan kebebasan beragama. Karena tidak ada perang lagi Injil bisa lebih luas diberitakan sampai daerah-daerah yang sebelumnya tidak bisa dimasuki. Rekaman Injil sudah membagikan alat memutur kaset cerita Injil. Di satu daerah lewat cara ini 1 500 orang bertobat. Kel. S dan P, Navigator Indonesia: Kita bersyukur untuk orang Nepal yang telah dibina oleh kel. S, yang memberitakan Injil kepada yang lain yang bertobat, doakan agar petobat baru ini terus dijagai Tuhan dan bertumbuh. Kel. S tetap dalam pelayanan pembinaan orang Kristen. Mereka bekerja khusus di universitas. 


Bhutan
Bhutan (0,8 juta), Ibukota Tumbuh (31 000), agama: 73% Budha-Lama aliran Bon (suku Drukpa), merupakan agama negara, 22% Hindu (suku Nepal), 4% Islam, 0,46% Kristen. Negara ini dipimpin oleh seorang raja. Tidak ada kebebasan agama dalam negara ini, hanya agama Budha-Lama diakui. 


Sri Langka
Sri Langka (19 juta), Ibukota Colombo (2 juta), agama: Budha 71%, Hindu 12%, Islam 8%, Katolik 5,5%, Kristen 1,5%. Suku-suku utama: Singalese, Tamil. Yang menderita karena pemboman dan tembak-menembak antara pemberontak dan pemerintah memerlukan hiburan di tengah kesusahan. 


Kamboja
Kamboja (11,4 juta), Ibukota Phnom Penh (1,5 juta), agama Budha 85%, Animis 4,3%, Islam 3,9%, Kristen 400 ribu. Doakan suku Cham yang beragama Islam yang banyak campur dengan kuasa gelap dan menyembah arwah nenek moyong. Mereka perlu dibebaskan dari ketakutan akan roh-roh ini. Pada masa kini kegiatan agama Islam meningkat di desa-desa. Masyarakat Budha biasanya memberi makanan kepada roh-roh nenek moyang mereka melalui mengirim makanan ke beberapa Wat (pagoda). Tidak cukup satu, karena untuk memperbesar kemungkinan hadirnya roh-roh itu dan menerima makanan dari sanak keluarga yang masih hidup. Kalau mereka gagal memberi makanan, maka roh-roh itu akan mengganggu keluarga yang masih hidup. Jadi mereka lakukan ibadah itu karena ketakutan. Kel. H, Navigator Indonesia, lewat satu LSM membantu orang miskin. Doakan, agar mereka sebagai pimpinan tim diberikan hikmat dan kepekaan dalam mengarahkan strategi pelayanan penjangkauan dan dalam menggembalakan anggota tim. Usaha warung kel. S, Navigator Indonesia, mengalami kemajuan pesat, sebagai wahana untuk identitas sosial dalam berinteraksi dengan orang Kamboja. Doakan agar memberkati pelayanan masyarakat yang sudah mereka mulai dengan keluarga besar penjual bunga/tanaman dan tukang ojek. Doakan Sdr. H, agar Allah memberi dia kemampuan lebih dalam adaptasi dan belajar bahasa Khmer. Agar dia lebih berani dan kreatif dalam melebur ke masyarakat Kkmer. 


Vietnam
Vietnam (82 juta), Ibukota Hanoi (2,3 juta), Ho Chi Minh City (7 juta), tetap paham komunis. Agama Budha 55%, Katolik 5%, Kristen 0,8 juta. Ekonomi di negara ini sangat maju. Jumlah orang miskin berkurang betul. Satu badan P.I. ingin membuka toko-toko buku, di mana juga Alkitab dan buku-buku Kristen bisa dijual, di kota-kota Hanoi dan Ho Chi Minh City.
Pilipina
Pilipina (81 juta), Ibukota Manila (1,7 juta), agama: Katolik 83%, Islam 8%, Protestant 7,5%, dll. Program radio dalam bahasa Sama sudah direkam, masih ada masalah tehnis, karena berhubungan dengan dana yang sudah ada, agar bisa ditransfer ke stasion radio, tolong berdoa, agar problem ini dapat diatasi. Kel. M, YPPII, memimpin GKI-P di Manila. Ibu R, OMF, melayani di antara orang M. B melayani di pulau-pulau di bagian Selatan.
K.M. DOULOS akan mengunjungi dan melayani di Pasir Gudang, Malaysia (drydock, tidak ada pelayanan), s/d 13.12., Bacolod, Pilipina, 19.12.-2.1.2007 Manila, Pilipina, 4.-23.1. Cebu, Pilipina 25.1.-20.2., Batangas, Pilipina, 22.2.-6.3. E, O.M. Indonesia, sudah menyelesaikan dua tahun commitment bersama MV DOULOS pada tanggal 20.09.06. Doakan pelayanan seterusnya. M, O.M. Indonesia, ada sempat di Malaysia bicara secara leluasa dengan para pengunjung. D & E, O.M. Indonesia, akan menggabung dengan pelayanan di atas kapal ini. 


Thailand
Thailand (62 juta), Ibukota Bangkok (8 juta), agama: Budha 92%, Islam 4%, Kristen 1,6%. Di negara ini ada kebebasan agama, jumlah orang Kristen bertambah, tetapi sampai kini masih sedikit saja. Kehidupan umum dikuasai oleh agama Budha. Di lima propinsi di bagian Selatan tinggal orang Melayu yang beragama Islam, sayang, ada banyak kekerasan di situ. Injil diberitakan, tetapi susah. Kel. N memerlukan banyak hikmat dalam tugas mereka, agar orang bisa mengerti Injil Yesus. 


Timor Leste
Timor Leste (0,7 juta), Agama: Katolik 90%, sebagian besar penduduk menganut agama Katolik, sehari-hari mereka yakin dengan roh nenek moyang dan kuasa gelap. Kerusuhan di Dili, Ibukota, sudah mereda, tetapi ketegangan secara politik tetap menyusahkan masyarakat. Ratusan ribu orang mengungsi dan melarikan diri dari kekerasan di kota Dili, baru sebagian pulang ke rumahnya, karena mereka takut kena serangan. Doakan negara ini dan minta damai! 


Malaysia
Malaysia (26 juta), Ibukota Kuala Lumpur (2,2 juta), agama: Islam 55%, Budha 29%, Hindu 7%, Kristen 4%, Katolik 3,5%. Di negara ini makin sulit untuk memberitakan Injil dengan leluasa. Untuk mereka yang sudah beragama tidak ada kebebasan untuk memikirkan kembali agama mana yang lain cocok untuk mereka. Kel. Pdt. S menjangkaui orang berasal dari Pilipina, Malaysia, dan Indonesia di Kota Sandakan. Pelayanan ini sedang berkembang pesat, jemaat mendekati 200 jiwa. Mereka semua perlu dibina. Jemaat ini berdoa buat suku bangsa di negara-negara lain. Doakan Kel. S, Kel. P tetap memperkenalkan Wycliffe kepada jemaat-jemaat setempat.

Muslim Seluruh Dunia Berbondong Keluar Dari Islam

ISLAM.MEROSOT CEPAT !
DI AFRIKA SAJA, 16.000 MUSLIM PER TAHUN MENINGGALKAN ISLAM


Hitler mengatakan, jika suatu kebohongan diulang sesering dan sekeras mungkin,
lama-lama akan dianggap sbg kebenaran.
Nah, salah satu kebohongan yg diulang berkali-kali adalah “Islam adalah agama
yg paling cepat perkembangannya.”
Semakin banyak Muslim menyadari bahwa kekerasan yg dilancarkan saudara se-ukuwiyah mereka bukan akibat salah tafsir, melainkan memang inti dari ajaran islam spt yg dicontohkan oleh pengarangnya.
Muslim semakin kecewa/bingung dgn islam. Ternyata ritual solat 5 kali sehari,
mengulang-ulang ayat yg mereka tidak mengerti dan memang tidak ada artinya,
bangun pagi dan menahan diri dari makanan dan minuman, ini semuanya merupakan cara-cara utk menguasai jalan pikir mereka.


Muslim yg berpikiran jernih tidak lagi mengindahkan ayat-ayat Quran yg mengancam mereka dgn api akhirat kalau mereka berani mempertanyakan keabsahan kitabnya. Setiap hari ribuan intelektual muslim meninggalkan islam.
Mereka menganggap islam tidak konsisten dgn sains, logika, HAM dan etika. Jutaan orang Iran sudah meninggalkan islam. Belum lagi Muslim dari negara- negara lain. Anda tengah menyaksikan
exodus besar-besaran dari islam. Ini sebuah gerakan yanag sudah melaju dantidak ada yg bisa menghentikannya. Tapi exodus dari islam ini bukan saja mencakup para intellectuals melainkan
para Muslim biasa yg menyadari bahwa islam bukan jalan menuju Tuhan tetapi menuju keterbelakangan, kemiskinan dan perang. Mereka meninggalkan islam, kebanyakan memeluk Kristen.
Dengarkan sendiri pengakuan muslim di aljazeera.net yg mengumumkan wawancara dgn Ahmad Al Qataani, seorang imam ternama. Katanya,“Setiap jam, 667 Muslim meninggalkan Islam dan masuk Kristen. Setiap hari, 16.000 Muslim masuk Kristen. Setiap tahun, 6 juta Muslim masuk Kristen."


Apa yg dikatakan Muslim kpd sesama saudara semukmin tidak sama dgn apa yg mereka katakan bagi konsumsi kafir. Ini jumlah yang luar biasa. Jika trend ini berlanjut, jangan heran kalau di Afrika nanti, hanya dalam beberapa puluh tahun, Islam menjadi tidak lagi berarti. Ini berita baik bagi pengakhiran perbudakan di Afrika dan bagi prospek perang dan genocide.


Malah, melemahnya Islam bisa membawa  kedamaian di bagian-bagian dunia yg sarat perang, termasuk Palestina. Perdamaian di Timur Tengah tidak mungkin terwujud selama Islam merupakan ideology massa. 


Juga penting diingat bahwa terorisme yg mengancam dunia saat ini bukan dimotivasi secara ekonomis tetapi secara ideologis, yaitu ideologi kebencian. Mereka itu perang agama. Melemahnya Islam berarti: damai bagi seluruh dunia.


Al Qataani dan al Jazeera Network shock dgn jumlah besar-besaran Muslim yg keluar dari Islam, tetapi kita semua harus bergembira dgn angka-angka ini.


Link Yahoo : http://id.berita.yahoo.com/pemeluk-islam-di-meningkat-140516874.html
Link : http://www.topix.com/forum/world/malaysia/TLKJ9BUR5BKFG5VIP
 

Christians in Iran and Pakistan Increased



Almost every day of Christians in Iran and Pakistan got a discriminatory treatment. However, the wisdom behind it every day treatment of Iranians and Iraqis embrace Christianity.

This was revealed by Hananiah Sulaiman Shah Pahlavi, when told about his experiences in Iran and Pakistan. "Every day the Christians of the intimidation and ostracized, and in contempt and said to the Gentiles, but every time I visit the church, there was the announcement of a number of Iranians and Pakistanis who embraced Christianity," he said, the Sabbath (15/7).

Another interesting thing is experienced Sulaiman, interrupted his visit to Iran and Pakistan, he knows a number of mosques in Iran and Pakistan are no longer filled with worshipers.

"When I'm relaxed, I spend through the mosques. Surprisingly, not all mosques in the open, especially on Friday, in fact, there are several large and lavish mosque in the capital of Iran (Tehran) and Pakistan (Islamabad), not at all opened.

"From this phenomenon, we must realize that the truth must come, that Jesus is Lord and Savior is real," he concluded.

I just think, if they are getting fed up or indeed have started to understand who the real Messiah or Jesus, the Lord Creator of semesya, who worshiped the prophet Abraham, Isaac and Prophet Prophet Jacob.

Maybe it's time, they know the real teachings of the Faith.

IT Conversations

Moneycontrol Latest News

Latest new pages on Computer Hope

Latest from Infoworld

Door Lock

Door Lock Import Top Door Lock from China Contact Quality Manufacturers Now